Setiap akhir pekan saya luangkan dua jam menghitung ulang target FIRE saya. Bukan karena obsesi — karena angkanya membantu saya tidur lebih nyenyak. Yang membuat tidak tidur bukanlah ketidakpastian return pasar; itu fitur, bukan bug. Yang membuat tidak tidur adalah ketika kamu tidak tahu seberapa jauh kamu dari finish line.
Saya tulis post ini sebagai catatan publik dari perhitungan saya. Asumsi saya konservatif. Math saya saya tunjukkan step-by-step. Kalau kamu mau adopt, silakan. Kalau kamu mau bantah dengan asumsi sendiri, lebih bagus lagi — kamu akan paham angkanya lebih baik daripada kalau saya simpan untuk diri sendiri.
Math FIRE Amerika tidak bisa di-copy-paste ke Indonesia. Inflasi kita 1.5× lebih tinggi. Kurs IDR bergerak liar terhadap USD. Withholding tax dividen 10–30%. Setiap rumus harus ditulis ulang.
01 — PremisKenapa FIRE perlu angka yang spesifik
FIRE (Financial Independence, Retire Early) bukan tentang pensiun di 30. Itu tentang punya pilihan. Definisi yang saya pakai: portofolio kamu cukup besar sehingga 4% withdrawal rate menutupi annual expense kamu, dan portofolio itu bertahan minimum 30 tahun bahkan dengan urutan return terburuk.
Itu definisi yang ringkas. Tapi setiap kata dalam definisi itu adalah asumsi yang bisa salah. [1] Saya pakai 4% karena Trinity Study (1998) menunjukkan portofolio 60/40 stock/bond bertahan 30 tahun di 95% skenario historis. Untuk konteks Indonesia, dengan inflasi yang lebih tinggi dan sequence-of-return risk yang lebih besar, saya pribadi pakai 3.5% — lebih konservatif. Saya tulis post terpisah tentang ini.[2]
02 — Rumus dasarFIRE Number = annual expense × 25
Math-nya sederhana. Kalau pengeluaran tahunan kamu adalah E, maka FIRE Number kamu adalah E × 25. Mengapa 25? Karena 4% × 25 = 100%. Withdrawal rate 4% berarti kamu butuh portofolio 25× annual expense.
FIRE_Number = Annual_Expense ÷ Withdrawal_Rate
FIRE_Number = E ÷ 0.04
FIRE_Number = E × 25 // alias rumus
Tapi itu baru hitungan untuk saat ini. Inflasi akan menggerus daya beli Rupiah. Pengeluaran kamu di tahun 2044 (anggap 18 tahun lagi) tidak akan sama dengan Rp200jt. Dengan inflasi 4%, Rp200jt hari ini setara dengan Rp405jt di tahun 2044. Jadi FIRE Number kamu bukan Rp5 miliar — itu Rp10.1 miliar.
FV_Expense = PV_Expense × (1 + inflasi) ^ tahun
FV_Expense = Rp200jt × (1.04) ^ 18
FV_Expense = Rp200jt × 2.026
FV_Expense ≈ Rp405jt
03 — Tiga skenarioProfesional Indonesia di Jakarta
Sekarang yang lebih menarik. Berapa lama untuk capai FIRE Number itu — dari nol — di tiga skenario gaji profesional Jakarta yang umum? Saya pakai asumsi: saving rate 30% (agresif tapi achievable), return real 7% (after inflation), inflasi 4%, withdrawal rate 4%.
| Profil | Gaji/bln | Expense/bln | Saving/bln | FIRE Number | Tahun ke-FIRE |
|---|---|---|---|---|---|
| Mid-IC | Rp15jt | Rp10.5jt | Rp4.5jt | Rp3.15 M | 25.4 thn |
| Senior IC / Lead | Rp30jt | Rp21jt | Rp9jt | Rp6.30 M | 25.4 thn |
| Manager+ | Rp50jt | Rp35jt | Rp15jt | Rp10.50 M | 25.4 thn |
Lihat yang menarik? Tahun ke-FIRE sama persis di ketiga skenario: 25.4 tahun. Itu bukan kebetulan. [3]
Kalau saving rate dan return assumption sama, waktu ke-FIRE adalah fungsi murni dari rasio saving rate — bukan absolut Rupiah-nya. Mau gaji Rp15jt atau Rp50jt, kalau kamu saving 30% dengan return 7% real, kamu butuh ~25 tahun. Inilah insight yang paling sering dilewatkan: lifestyle inflation, bukan low income, adalah pembunuh FIRE.
Inilah kenapa cerita Ronald Read (tukang bensin Vermont jadi $8M) dan Grace Groner (sekretaris Abbott jadi $7.2M) bekerja. Mereka bukan high earner — tapi saving rate mereka 70–80%, dan horizon mereka 50+ tahun. Math-nya menggandakan setiap orang yang punya keduanya.
Chart 01
Tahun ke-FIRE sebagai fungsi saving rate (return 7% real)
Suka tulisan ini? Subscribe GRAT
1 essay, 1 instrumen di-bongkar. Berlangganan untuk akses arsip.
1.247 subscriber · 47% open rate · No affiliate
04 — SensitivityApa yang terjadi kalau asumsi saya salah?
Setiap angka di atas berdasarkan tiga asumsi: saving rate 30%, return real 7%, dan stable expense. Mari saya pressure-test setiap satu.
Skenario A — Return real turun ke 5% (bear decade)
Kalau S&P 500 underperform — misal rolling 10-year window terburuk dari 1928-2025 yang return-nya −1.5% — return real 5% bukan worst case, itu skenario "lumayan jelek". Pada saving rate 30%, tahun ke-FIRE meleset dari 25.4 ke 31 tahun. Tambahan 5.6 tahun untuk memberi margin.
Skenario B — Saving rate turun ke 20% (lifestyle inflation)
Ini yang paling realistic. Income naik 50%, expense ikut naik 40%. Saving rate kelihatannya tetap besar dalam Rupiah, tapi ratio-nya jadi 20%. Tahun ke-FIRE meleset dari 25.4 ke 37 tahun. Hampir 12 tahun tambahan. Lifestyle creep adalah pembunuh terbesar FIRE — lebih besar dari bear market.
Skenario C — Inflasi naik ke 6% (worst case Indonesia)
Inflasi Indonesia rata-rata 4%, tapi pernah spike ke 6%+ di 2013 dan 2022. Kalau ini terjadi sustained, FIRE Number di 18 tahun naik dari Rp10.1M ke Rp14.3M. Itu 42% lebih besar.
| Asumsi yang bergeser | FIRE Number | Tahun ke-FIRE | Δ vs baseline |
|---|---|---|---|
| Baseline (return 7%, infl 4%, save 30%) | Rp6.30 M | 25.4 thn | — |
| Return turun ke 5% | Rp6.30 M | 31.0 thn | +5.6 thn |
| Saving turun ke 20% | Rp6.30 M | 37.0 thn | +11.6 thn |
| Inflasi naik ke 6% | Rp9.00 M | 28.5 thn | +3.1 thn |
| Saving naik ke 50% (Mr Money Mustache) | Rp4.50 M | 17.0 thn | −8.4 thn |
Saving rate matters more than return assumption. Lifestyle inflation matters more than market crash.
05 — KesimpulanApa yang saya pribadi lakukan
Saya bukan financial advisor. Tapi karena setiap orang nanya, ini portofolio saya saat ini, anonymized %:
- 60% di VTI (Vanguard Total US Stock Market) — beli via broker yang offer fractional
- 25% di VXUS (International ex-US) — saya gak mau all-in di US karena currency risk
- 10% di SBN Ritel (Surat Berharga Negara) — untuk emergency fund + bond exposure
- 5% cash di Rupiah — 6 bulan expense buffer
Saving rate saya tahun ini: 42%. Saya track via spreadsheet sederhana yang saya update setiap bulan setelah gaji masuk. Tidak ada apps fancy. Cukup Google Sheets.
Target FIRE saya: pensiun finansial di usia 47. Saat ini 32. Berarti 15 tahun lagi. Dengan asumsi yang saya pakai, math-nya works out kalau saving rate saya sustained dan market return mendekati historical mean. Kalau salah satunya meleset, target geser. Saya update angka ini setiap kuartal dan publish di newsletter.
Yang paling penting bukan target angka. Yang paling penting adalah punya angka. Karena kalau kamu tidak tahu finish line di mana, kamu tidak akan tahu progress kamu seberapa jauh.
Source & Footnote
- Trinity Study, originally published 1998, updated by Bengen (2006). 4% withdrawal rate dengan 60/40 stock/bond bertahan 30 tahun di 95%+ historical scenarios.
- Bagi pembaca yang lebih konservatif: post saya tentang "4% Safe Withdrawal Rate untuk Indonesia" membahas Monte Carlo simulation dengan inflasi Indonesia.
- Math ini adalah insight original dari Mr. Money Mustache, "The Shockingly Simple Math Behind Early Retirement" (2012). Saya recalculate untuk konteks Rupiah.
- Data inflasi historical Indonesia: Bank Indonesia. Rata-rata 4.1% dari 2010-2024.
- Data return S&P 500: Robert Shiller historical dataset + Damodaran NYU Stern. 10.1% nominal CAGR (1928-2025).