Bagaimana math-nya bekerja
FIRE Number = annual expense × multiplier. Multiplier 25× berasal dari Trinity Study (1998): portfolio 60/40 stock/bond bertahan 30 tahun di 95%+ skenario historis kalau kamu withdraw 4% per tahun (= 1/25).
Untuk konteks Indonesia yang punya inflasi lebih tinggi dan emerging-market risk, banyak pembaca pakai 28× (3.5% withdrawal) atau bahkan 33× (3.0%) sebagai margin keamanan. Trade-off-nya: butuh waktu lebih lama untuk mencapai target.
Time-to-FIRE dihitung dengan formula future value of annuity:
→ solve for n given target, current, contribution, r.
Return real (after inflation) historis S&P 500 1928–2025 ≈ 6.85% per tahun. Saya default ke 7% untuk forward assumption — kalibrasi turun ke 5% kalau kamu mau lebih konservatif.
Catatan penting
- Kalkulator ini tidak mempertimbangkan pajak (PPh dividen 10–30% via tax treaty, capital gain). Real-world drag ~0.5–1% per tahun.
- Tidak mempertimbangkan sequence-of-return risk — risiko market crash di tahun-tahun pertama retirement.
- Tidak mempertimbangkan currency risk jika sebagian besar portfolio di USD-denominated.
- Asumsi constant saving rate — realitas-nya saving rate berubah seiring karir.
Untuk diskusi lengkap setiap variable, baca essay DCA vs Lump Sum: Mana yang Lebih Optimal untuk Investor Indonesia? dan archive di /blog.